- Alkitab adalah firman Allah yang diilhamkan dan tanpa salah; satu-satunya kaidah yang mutlak dan berwenang bagi iman dan perilaku manusia.
- Allah adalah esa, hadir secara kekal dalam tiga oknum: Allah Bapa, Allah Putra, dan Allah Roh Kudus.
- Tuhan Yesus Kristus :
- ilahi adanya,
- lahir dari seorang anak dara,
- hidup tanpa dosa,
- melakukan mujizat-mujizat,
- menebus manusia yang berdosa melalui kematian-Nya,
- bangkit secara badani,
- bangkit ke sorga dan dimuliakan di sebelah kanan Allah Bapa,
- akan datang kembali ke bumi dalam kuasa dan kemuliaan untuk memerintah dalam Kerajaan Seribu Tahun. - Oleh pelanggaran satu orang (Adam) dosa telah masuk ke dalam dunia, dan maut oleh sebab dosa; demikianlah maut telah menimpa semua orang, karena semua orang telah berbuat dosa
- Keampunan dan penyucian dari dosa hanyalah melalui pertobatan dan iman kepada kuasa penyucian darah Kristus.
- Pembaharuan yang dikerjakan oleh Roh Kudus mutlak perlu bagi keselamatan seseorang.
- Karya penebusan Kristus di atas salib menyediakan kesembuhan bagi tubuh manusia melalui doa dan iman.
- Pengudusan dikerjakan oleh Roh Kudus yang mendiami orang percaya.
- Baptisan Roh Kudus menurut Kisah Para Rasul 2:4 dikaruniakan kepada orang beriman yang memohon kepada Allah.
- Pengangkatan Gereja pada waktu kedatangan Kristus di awan-awan merupakan pengharapan yang bahagia bagi orang-orang percaya.
- Kebangkitan tubuh bagi orang-orang percaya maupun yang tidak percaya; yang pertama untuk menerima hidup yang kekal dan yang kedua untuk menerima hukuman yang kekal.
Senin, 08 Maret 2010
Pengakuan Iman
Sejarah Singkat CWS Aletheia Karawaci
Selasa, 23 Februari 2010
Sejarah Charismatic Worship Service
Sejarah Charismatic Worship Service
CWS dimulai pada mulai Nopember 1974 oleh Mr. Carl Chrisner, seorang awam pada saat itu. Sebagai seorang yang berkebangsaan Amerika dan dibawah hukum di Indonesia, Mr. Carl Chrisner tidak dapat memulai gereja sebagai sebuah institusi, tetapi ia dapat memulai suatu pelayanan ibadah. Ia memiliki visi untuk sebuah pelayanan kebaktian yang karismatik, dan kemudian nama CWS (Charismatic Worship Service) lahir. Kebaktian-kebaktian tersebut diadakan dalam bahasa Inggris karena pada dasarnya bertujuan untuk melayani komunitas internasional.
Di samping itu, melakukan pelayanan ibadah secara reguler tanpa dinaungi oleh sebuah badan gereja sangat dilarang di Indonesia. Dan karena Mr. Carl Chrisner ber-affiliasi dengan Assemblies Of God di Amerika Serikat, maka setelah konsultasi dengan misionaris-misionaris AOG lainnya yang ada di Indonesia dan juga dengan pemimpin dari Gereja Sidang-sidang Jemaat Allah di Indonesia, diputuskan bahwa Charismatic Worship Service di-sponsori oleh Gereja Sidang-sidang Jemaat Allah di Indonesia. Kepemimpinan dan juga jemaatnya bersifat interdenominasional dari berbagai gereja. Hubungan kerjasama diantara CWS dan GSJA di Indonesia tetap berlangsung hingga tahun 2002 dimana karena masalah internal, CWS diminta untuk menjadi gereja lokal. Permintaan tersebut dikabulkan oleh Majelis Pusat GSJA dan sejak saat itu bentuk hubungan yang baru dimulai, tetapi karakter CWS yang karismatik dan interdenominasional tetap dipertahankan.
Kebaktian-kebaktian tersebut pernah diadakan di hotel Indonesia sejak Nopember 1974 hingga Agustus 1979. Kemudian karena pertumbuhan jemaat yang begitu cepat, kebaktian CWS dipindahkan ke Hotel Hyatt Aryaduta pada tahun 1979-1982, dan kemudian ke Jalan Bungur Besar, Jakarta, pada tahun 1982-1984. Akhirnya Tuhan menyediakan sebuah gedung di Jalan Senen Raya 46, Jakarta, untuk menjadi tempat ibadah CWS sampai sekarang.
Mr. Carl Chrisner, yang kemudian menjadi seorang pendeta, adalah gembala CWS yang pertama, kemudian digantikan oleh beberapa pendeta seperti Rev. James Anderson dan Rev. Wayne Cagle. Kemudian Rev. Curtis Myers beserta istrinya, Mrs. Margareth Myers, menjadi gembala senior untuk waktu yang cukup lama. Pada bulan Agustus 1979, Pastor Suwandoko Roslim bergabung dengan kepemimpinan CWS menanggapi undangan dari Pst. Curtis Myers. Pada tahun 1985, Pst. Curtis Myers menyerahkan kepemimpinan CWS kepada Pst. Suwandoko. Kebaktian-kebaktian dalam bahasa Indonesia kemudian diadakan dan cabang-cabang yang baru mulai dibuka.
Diambil dari dari : http://www.cwschurch.org/index.php?option=com_content&view=article&id=22&Itemid=34